Di episode kali ini, Ronald Widha meminta bantuan kepada semua para pendengar teman macet untuk mencari topik, dan merelakan diri untuk berbincang-bincang untuk episode ke depan.
Di episode kali ini, Ronald Widha berbicara dengan Ifnu Bima, dulunya enterpreneur, membangun perusahaan konsultasi Java, Artivisi. Sekarang banyak berkecimpung dalam mengadopsi Scrum.
Ronald Widha kali ini ngobrol bersama Ariya Hidayat tentang kerjaan barunya Ariya di Qualcomm, kenapa telpon genggam menggunakan WebKit dan CampKDE di San Diego.
Di episode kali ini, Ronald Widha ngobrol santai bersama Richard Fang tentang Apple iPad. Nyaris ga ada konten yang penting, berspekulasi, beropini, berkhayal dan (sedikit) menganilisis bagaimana Apple iPad bakal ngubah bagaimana kita mengkonsumsi informasi.
Episode kali ini Ronald Widha menjelaskan konsep dari metodologi Agile dan masalah apa yang mo dipecahkan. Metodologi Agile terfokus terhadap beberapa pilar: memungkinkan perubahan, iteratif dan release teratur, selalu berkembang,mengurangi sampah dan semuanya ini dibungkus dengan disiplin yang tinggi.
Di episode kali ini Ronald Widha berbicara dengan Ronald Rajagukguk, seorang developer evangelist dari Microsoft Indonesia tentang fitur-fitur terbaru di Silverlight 4. Dari webcam support, file drag and drop, multicast, RIA services dan sebagainya.
Di episode kali ini Ronald Widha berbincang-bincang dengan Richard Fang, seorang web designer dan ZamDesign, seorang css designer tentang bekerja dengan Grid dan Css Framework.
Di episode kali ini, Ronald Widha berbincang-bincang dengan Fajar Endra Nusa pemenang IWCI 2009 di kategori social media dengan produknya BukuQ. BukuQ dibuat dengan Silverlight, RIA Services dan NHibernate.
Tambahan dari Fajar:
“Oia, aku tadi lupa cerita hal lain yang jadi kendala teknis selama development BukuQ diantaranya adalah masalah pembuatan custom/composite control.. Karena aku harus bikin UI control untuk rak buku, buku, dan beberapa UI control lainnya seperti yang terlihat di screenshots. Sebuah tantangan tersendiri untuk membuat UI control baru yang dapat memenuhi requirement user experience yang sudah aku definisikan sebelumnya (navigasi koleksi buku yang intuitif).”
Kali ini Ronald Widha berbincang-bincang dengan Jimmi Kembaren, PHP evangelist dari Rynet tentang projek pribadinya, Twiterus. Twiterus berawal dari projek Twitermania yang berhasil memenangkan penghargaan di Yahoo Open Hack Day 2009 di Jakarta kemarin. Twiterus mengumpulkan tren twit Indonesia. Untuk membuat aplikasi ini, Jimmi membuat crawler engine dan memilah-milah tweet mana yang berbahasa Indonesia maupun yang memiliki geo lokasi dari Indonesia.
Di episode teman macet kali ini, Ronald Widha ngobrol bersama Erick Kurniawan, seorang dosen di salah satu universitas di Jogja dan juga seorang Microsoft Valueable Professional tentang fitur-fitur baru Visual Basic 10. Erick pertama menjelaskan bagaimana Microsoft mengubah strategi language developmentnya menjadi ko-evolusi yang artinya setiap fitur bahasa baru akan hadir di kedua bahasa. Di .Net 4.0, Microsoft akan konsentrasi ke 3 hal yaitu deklaratif, concurrency dan dynamic.Kemudian Erick melanjutkan dengan menjelaskan fitur baru di Visual Basic 10 seperti: MultiLine Lambda, Auto Implemented Property, Collection Initializer, Implicit Line Continuation dan juga Dynamic Interop.