#18 Belajar Sharepoint dengan MCA – transkrip
Posted: September 27th, 2009 | View Commentsingin kontribusi membantu teman macet? ketik bagian podcast yang kamu suka di post ini ala WIKI dengan login di facebook connect disamping kanan dan klik edit this. Dengan membantu teman macet, kamu ikut berpartisipasi dalam membuat konten ini lebih mudah diakses untuk orang-orang yang tidak bisa mengkonsumsi audio.
RW: hari ini saya bersama Choirul Amri, Senior Consultant Trainer di Avantus Training Singapur, dulunya di Indonesia aktif di ilmukomputer.com dan dotnetindonesia. Choirul jg founder SQL Server user group Indonesia dan sekarang berstatus sebagai MVP SQL Server. Apa kabar Choirul?
MCA: Baik.
RW: Ini lebih dikenal di dunia cyber sebagai MCA ya?
MCA: Tapi bukan Microsoft Certified Architect.
RW: Haha, cuman MPV. Terus sekarang lebih main main sama Sharepoint yah di Singapore yah?
MCA: Iyah, jadi kalau kondisinya di Singapore ini kebetulan Sharepoint lagi hot banget gitu dan permintaan industry untuk SDM yang ngerti Sharepoint ini tinggi kalau di Singapore terus developer yang bisa masih sedikit.
RW: Di beberapa episode yang lalu, aku sempet ngobrol sama Zeddy Iskandar juga. Dan dia ngomong hal yang serupa, bahwa Sharepoint ini lagi lumayan high demand di Jakarta sendiri. Dan dari yang kamu liat trendnya Sharepoint ini project project apa ni yang dibikin pake technology Sharepoint?
MCA: Oke, kalau di tempat lain saya kurang tau yah, tapi kalau disini yang paling banyak pertama untuk content management, public website terus nanti ada yang content devepernya siapa, approvalnya siapa, approvalnya kaya gimana. Jadi kaya content management. Kedua document management gitu, karena kalau disini companynya kan rata rata enterprise yah. Jadi kesadaran mereka untuk maintain document document electronic ini sudah tinggi sekali gitu. Auditing nya gimana, itu harus bisa di record semua. Terus workflow, mereka juga banyak pakai untuk work flow, jadi misalnya expense report, kaya begitu. Saya liat 3 itu kalau disini yang banyak, content management, document management, dan workflow. Terus akhir akhir ini mulai banyak trend untuk BI portal.
RW: Sebagai dashboardnya yah?
MCA: Iyah
RW: Sekarang kita coba mundur sedikit satu langkah, apa sih sebenernya Sharepoint itu? karena aku salah satu orang yang lumayan aktif di technology Microsoft kan, ngerjain ASP .Net dan sebagainya tapi selalu penasaran sama yang namanya Sharepoint karena aku belon pernah ngerjain project Sharepoint sekalipun dan aku selalu bingung Sharepoint itu sebenernya apa dan kapan kita bisa pakai Sharepoint gitu. Apa project yang tepat buat makai Sharepoint sebagai platform andalan. Bisa cerita sedikit?
MCA: Jadi gini, mungkin mundur dikit yah ceritanya yah. Dulu kan ada Sharepoint Portal 2003 yang versi 2003, nah pada saat itu Microsoft memposisikan Sharepoint sebagai Sharepoint Portal, sebagai Portal, content management karena waktu itu kan lagi booming web portal segala macemnya. Nah setelah Sharepoint nge relase, Sharepoint 2007 release, tahun 2007, itu di rebranding sama Microsoft. Kata portal nya di buang. Nama resminya skarang Microsoft Office Sharepoint Server. Jadi portal nya di buang, karena dia mau diposisikan bukan sekedar sebagai portal tapi sebagai office server. Begitu, jadi semua kegiatan yang kita lakukan di office pake word, excel, powerpoint, outlook, segala macem, dipulingnya ke Sharepoint semua gitu, kaya dijadikan BI dashboard boleh, dijadikan collaboration portal boleh, jadi content management boleh. Tapi intinya dia itu sebagai flatform untuk knowledge management.
RW: Oke, ini buat orang orang yang ga terlalu Microsoft orientated pasti sudah mulai bingung, makin burem Sharepoint itu apa. karena aku sendiri ajah yang sudah tau product product Microsoft, lumayan masih ga kebayang sebenernya bentuknya kaya apa, Jadi initinya Sharepoint ini sepertinya web application, yah yang jelas yah.
MCA: Web application dan dia itu build on top ASP .NET 2.0 kalau yang Sharepoint 2007 yah.
RW: Dan tujuannya adalah buat mengintegrasikan semua component component dari office?
MCA: Iyah, pertama itu. mengintegrasikan semua component component dari office, jadi mereka bisa connect each other, misalnya kita kan biasa kalau mau ngasi comment document kan forward fowardan email gitu, mereka kan bisa pakai Sharepoint. Jadi ntar bisa di trace auditnya gimana, siapa yang ngubah ini, siapa yang ngubah itu, version nya gimana gitu.
RW: Ini integrasinya sebatas kita buka website Sharepoint nya terus browse, masukin document kita atau sampai bener bener terintegrasi sampai wordnya itu sendiri, sudah ada tombol untuk upload di Sharepoint?
MCA: Kalau kita pakai office 2007, sudah sampai masuk ke Wordnya. Jadi kalau kita pakai Office 2007 karena sekarang kan branding dari Microsoft itu namanya Office System.
RW: Sebuah eco system yah?
MCA: Iyah, betul. Jadi Sharepoint sebagai jantungnya gitu. Nah terus kalau kita pakai Word misalnya, di Word bisa ngeliat,saya mau publish document saya ke document workspace namanya ke Sharepoint. Misalnya ada workflow yang di apply ke document itu, di Word juga keliatan tombol workflow nya gitu.
RW: Kita sudah ngebahas awalnya Sharepoint berawal dari portal terus beralih ke office server yang lebih mirip document manage system. Nah sekarang kapan Sharepoint menjadi pilihan yang tepat untuk dipake di project itu? Saingannya tentu banyak dong, ASP.NET, yang bisa ngerjain ASP .NET itu sendiri, bikin dari awal atau bisa juga pakai product product di luar mungkin untuk content management system seperti yang tadi kita ngomongin juga yah sebelon discusinya yah, yaitu mulai dari Dot Net Nuke dari php sudah ada cms kaya WordPress atau sebagainya, dan ada juga terutama kaya Ruby on Rail yang sudah punya technology, sangat cepat banget untuk bikin aplikasi anyway. Kapan Sharepoint menjadi kandidat yang tepat?
MCA: Nah ini menarik ni, soalnya kalau disini saya lihat yah, terlepas dari masalah teknis yah. Kalau di Singapore Sharepoint sudah menjadi kaya brand gitu, karena saya liat orang Microsoft disini bagus banget dalam hal doing sales gitu. Jadi begitu mau bikin Portal, langsung Sharepoint gitu. Walaupun bentuknya cuman website kecil ajah, orang langsung top up Sharepoint gitu. Padahal kan ga semua project harus pakai Sharepoint, gitu yah ini terlepas dengan marketing dan sebagainya. Kalau dari pengalaman saya sendiri, setelah saya pake Sharepoint segala macem, Sharepoint itu sebenernya killing pointnya kalau kita mau integrasi dengan office. Nah misalnya di kantor kita eco system nya sudah ada excel, office, powerpoint, outlook, mungkin kita sudah punya OCS, terus itunes nya mungkin kita sudah pakai service. Nah itu Sharepoint sangat tepat buat masuk kesitu.
RW: Jadi kuncinya adalah buat kaya meng integrasikan semua component yang sudah ada yah kalau kita di sebuah kantor yang sudah pakai semua product itu dan pengen cari integrated way buat ngeliat di satu titik Sharepoint bisa hidup disitu yah
MCA: Iyah karena kalau kita liat dari sisi content management. Saya kan pernah pakai Dot Net Nuke. Kalau dari sisi content management, isi customized segala macem, terus terus terang Sharepoint ga bisa dibandingkan dengan Dot Net Nuke, misalnya itu yah karena mereka memang baik design adalah content management. Sedangkan Sharepoint itu content management cuman salah satu feature. Kita bisa pakai sebagai content management juga tapi itu sebagai feature. Jadi kalau kita pertimbangananya dari isi itu customize mungkin Dot Net Nuke lebih gampang dong di customize dalam hal content management tapi kadang kadang company mikirnya scalability nya juga gimana. Sekarang kita tanya Dot Net Nuke bisa ga di jalankan di web farm, jadi sudah siap apa belon? Gitu si, terus terang si saya ga ngikutin perkembangan Dot Net Nuke akhir akhir ini yang versi 5 gitu. Tapi kan Sharepoint itu secara arsitektur sudah siap gitu kita bisa jalankan di farm environment, jadi kita mau handle ratusan ribu users juga oke. Makanya banyak company yang sebenernya walaupun dia itu content management itu tetep lari ke Sharepoint karena mereka mengejar scalability nya.
RW: Sekarang kita mulai bahas technical nya, Component component nya apa ajah, dan mungkin diliat dari sisi aku yah, orang yang baru pengen mulai, pengen main main Sharepoint. Gimana cara install nya, soalnya aku punya, aku sudah denger berbagai macam cerita buruk katanya Sharepoint install nya lumayan sulit.
MCA: Oh, gampang banget tuh, next next next ajah.
RW: Oh gitu yah, Bukankah sebenernya terdiri dari berbagai macem services, mungkin ada hubungannya sama scalability nya juga itu kali yah. karena pengen scalable akhirnya ada componentnya ada banyak.
MCA: Jadi tiap tiap service, di mesin yang berbeda. Jadi gini kalau kita sudut pandangnya sebagai developer, saya pengen belajar Sharepoint.Kalau developer kan biasanya ga peduli dengan berbagai macem scalability, yang penting dia jalan di mesin gw, gw bisa coding, gitu kan. Itu sebernernya ada yang namanya basic installation mode, gitu. Jadi kita tinggal download ajah, install Sharepoint dari Microsoft.com. Setelah download itu ada 2 pilihan, advance mode sama basic mode. Pilih ajah yang basic mode. Basic mode itu akan meng install semua prerequisite termasuk SQL express, dia akan install in juga, gitu, Jadi kita pilih basic mode, next next next, kalau kita belon punya SQL express, dia install in semua tau tau webistenya jadi ajah.
RW: Begitu kita install Sharepoint, kita dapet apa nih?
MCA: Dapet satu site connection namanya. Dapet 1 web application which is satu virtual directory, biasanya jalan di port 80. Di dalam satu public web application itu ada 1 side collection.
RW: Dan secara feature apa yang kita dapet out of the box?
MCA: Okay, out of the box. Kalau kita pake WSS kan ada 2 macem yah Sharepoint yah, Windows Sharepoint Service versi 3 itu free, ada satu lagi Microsoft Office Sharepoint Server which is itu perlu bayar. Kalau kita install yang WSS itu kita dapet base flat form untuk collaboration sama content management, termasuk workflow juga, Jadi untuk content management bisa, collaboration kaya discussion forum, task, calendar, document management juga sudah masuk gitu terus workflow base juga sudah ada.
RW: Jadi kalau misalnya aku sebagai developer pengen main main Sharepoint, anggap simple nya aku pengen bikin blog lah yah, bener bener cuman basic CMS, aku install Sharepoint yang simple itu, basic install, dapet content management system langsung.
MCA: Iyah, ada doc template juga di dalamnya, walaupun ga sekeren blog engine atau community server yah. Tapi sudah ada blog function nya didalamnya.
RW: Oke, kalau sekarang sudah ngomongin, aku pengen bikin theme skin aku sendiri, Apa yang aku harus lakukin di sharepoint?
MCA: Wah ini bisa panjang ceritanya.
RW: Panjangin, gapapa.
MCA: Sharepoint susah banget si di customize gitu, karene emang by design Sharepoint itu bukan content management nya by design. Basicly pertama kita harus punya knowledge ASP .NET, jelas dong yah. bisa nulis ASP.NET. Jadi semua yang kaya master page, CSS, ASP .NET semua applicable knowledge itu. tapi yang perlu kita tau adalah structure sidenya Sharepointnya ini, kita ga bisa main copy and paste ajah. Kalau di Sharepoint kita harus paham structure nya, jadi kalau di Sharepoint itu pertama ada master page, kedua ada page layout, ketiga ada CSS. Nah ini 3 hal yang berbeda, Jadi master page itu meng definiskan layout nya, jadi ada left menu.
RW: Template ing lah yah?
MCA: Iyah gitu, terus selain master page, itu ada yang namanya page layout. Kalau kita pake Sharepoint server yah, tapi kalau WSS ga ada page layoutnya. Kalau WSS page layoutnya itu, nempel di master page. Kalau Sharepoint server itu lebih flexible, jadi ada master page, ada page layout yang mengatur page nya, terus ada content page nya itu sendiri.
RW: Jadi page layout ini control bagian apanya ni? Jadi misalnya aku mau punya 3 coloums, itu page layout?
MCA: Iyah, page layout ngatur itu, jadi kalau pake yang Sharepoint server yang pake publishing template pakai itu. Kita ngatur page layout nya, ada di page layout nya, jadi lebih moduler gitu. Kalo dari WSS page layout nya di tanem di master page nya, gitu.
RW: Rada rada menrangkum dikit ni. Jadi aku pengen blog, jadi di master page nya aku bikin header sama footer. Di page layout, kolom 3, yang ntar dikiri nya aku mau taro navigasi, mungkin yang tengah mau taro post nya, dan kanan taro calender misalnya. Terus kemudian tinggal obviously warna, styling dan sebaginya yah?
MCA: Iyah, jadi kalau CSS, ada banyak juga CSS di Sharepoint. Ini yang kadang kadang orang orang bingung karena sekarang ada tools namanya Sharepoint designer, itu free sama Microsoft sudah dibikin free. Dulunya siy bayar, tapi sekarang sudah free. Sharepoint designer ini bisa connet ke Sharepoint side jadi kita browse Sharepointnya. Kalau orang yang datengnya dari background ASP .NET, begitu buka pake Sharepoint designer, buka langsung customized ajah, tinggal ganti colour nya ganti ini disitu. Karena ada aturan sebenernya, misalnya CSS saya mau rubah size of font, saya mau rubah background, saya mau rubah segala macem colour, itu kan semuanya ada di CSS yah. CSS itu ada 3 macem, pertama which is core CSS atau base CSS, master CSS nya yang boleh di rubah rubah. Kedua ada CSS yang specific punya nya master page jadi kan Sharepoint sudah ada beberapa master page. Nah setiap master page punya CSS. Nah CSS master page ini nge overwrite core CSS. Ketiga ada yang custom CSS, itu bikinan kita sendiri. Biasanya kalau kita mau ngerubah tampilan colour nya di CSS, kita harus buat custom nya CSS itu sendiri, yang meng overwrite CSS dari core atau dari master page. Jadi jangan sekali kali meng modifikasi build in CSS nya.
RW: Ibaratanya kalau sudah ada file kalau di install ada disitu, jangan di sentuh lah yah, mendingan over write
MCA: Iyah iyah, ini principal OP, close for modification, but open for extension.
RW: Nice, aku pengen ngambil garis parallel di WordPress yah. di WordPress juga sesuatu yang mirip yah, kayanya kita punya ada beberapa file, setiap skin tuh selalu ada page.php, ada footer.php, dan itu selalu convention nya gitu mungkin, Dan mungkin ini hal yang mirip dalam arti ada structure tentunya, dan kita harus ngukutin structure itu. Dan begitu tapi ada flexibilitas untuk overwrite di point point tertentu kali yah. Terus sekarang kembali ke contoh yang tadi, aku sudah punya blog, define layout nya sudah define header, footer, dan sebagainya, aku pengen mulai nambahin functionality yang mungkin Sharepoint ga support, misalnya aku pengen bikin widget yang nunjukin foto flikr aku atau bikin widget buat nunjukin facebook status aku, atau twitter aku dan sebaginya. Itu ada ga concept dimana module aku tulis sendiri, hampir kaya drag and drop, taro di page layout aku itu?
MCA: Iyah ada, namanya web part kalau di Sharepoint. Malah sekarang kan ISP web 2.0 web part itu sejarahnya dulu dari Sharepoint gitu yah. Wah tim Dot Net ngeliat punya Sharepoint, wah bagus nih, akhirnya mereka masukin ke Dot Net framework gitu.
RW: Bagi yang sudah familiar sama ASP .NET, bedanya web part sama user control sama web control apa yah?
MCA: Gini, kalau di ASP .NET 2.0, web part itu kan kita punya designer nya, udah enak skali gitu, jadi kita di designer. Setelah di designer, asalkan kita sudah register personalization personal data base nya, drag and drop jadilah dia web part. Cuman kalau di Sharepoint, web part nya agak agak classic gitu, jadi semua harus di declarasikan programmatically, kaya kita bikin custom control.
RW: Oh, jadi ga ada dari make up language sama sekali yah, semua harus programmatically yah?
MCA: Iyah, jadi misalnya mau gambar button, mau gambar data grid, mau setting sizenya, yah sudah di declare ajah. Gedenye sebrapa itu. Basicly kita create new dll, create new project inherit dari web part class, habis itu yah udah di draw ajah canvasnya. Kalau mau ada access Sharepointnya, silahlan di akses. Mau connect ke twitter kamu, akses web service nya segala macem. Basicly, web part itu simple, basicly dia itu sebenernya custom control ajah.
RW: Ga ada kelebihan lain? other than drag and drop itu yah, jadi support drag and drop
MCA: Kelebihannya pertama drag dan drop. Jadi setiap user kalau dia punya permission, dia bisa tambahkan sendiri.
RW: Jadi di layoutnya harus ada zone nya, selama ada zone nya web part nya bisa di taro dimana ajah yah
MCA: Iyah, cuman akhir akhir ini banyak open source project, kalau kita liat di CodePlex, yang mereka bikin framework sehingga web part ini menjadi lebih gampang gitu. Jadi ga perlu coding sebanyak itu gitu. Ada project namanya smart part di CodePlex, dia itu bisa ngerender sebagai web part gitu
RW: Oh. Kaya wrapper gitu yah?
MCA: Iyah sebenernya dia itu cuman wrapper ajah karena di dalam web part itu ada yang namanya load control. Di dalam load control ini di inject ada ASC nya. Kita punya ASCX tapi behaviournya seperti web part, bisa drag dan drop di dalam Sharepoint. Liat ada di CodePlex namanya smart part gitu
RW: Nanti dimasukin ke show note nya juga,
MCA: Gini, keuntungan lain kalau, jadi web part ini ada 2 macem yah. Sebenernya Sharepoint ini support 2 macem web part, ASP .NET atau Sharepoint native web part gitu. Maksudnya ASP .NET web part itu, dia inherit dari ASP .NET semuanya, jadi dia ga nyentuh base class nya Sharepoint sama sekali. Nah kalau native Sharepoint web part, kelebihannya dia bisa bikin cross page connection, gitu. Misalnya di page 1, begitu sama click, bisa inject parameter ke web part yang lain, gitu baik dalam satu page atau page lain, jadi dia bisa bikin connection antara web part, gitu.
RW: Tujuannya connection itu misalnya buat apa?
MCA: Tujuannya gini misalnya saya mau bikin master detail report, nah di master dia nampilin summary order nya, nah di detail dia nampilin detail order nya berikut dengan edit delete, segala macem. Saya perlu bikin define connection dong antara si master dengan si detail. Tujuan lain untuk filtering juga.
RW: Aku masih berusaha ngebayangin maksud connection nya yah. Jadi kalau misalnya aku punya 1 page, dan aku misalnya punya apa yah, statistic penjualan deh, per area. Terus aku pilih, dan itu dikerjain di web part, aku click salah satu areanya misalnya Singapore. Dan pas aku click, bakal drill down dan masukin ngasih liat penjualannya rinci di Singapore. Itu berarti master ke detail gitu yah. Dan ini yang menurut kamu bisa disambungin satu web part nya master kalau aku click bakal nyambung ke web part lain yang bakal nunjukin detail nya.
MCA: Iyah, basicly antara web part itu bisa communicate selama dia ada channel provider dengan data type yang compatible gitu. Jadi misalnya web part 1 ada, kita sudah define providers nya meng expose customer ID misalnya, web part yang lain, kita bikin banyak web part, ada channel consumer dia expecting string. Kita bisa bikin connection, selama connectionnya make sense. Nanti dia akan inject customer ID ke web part yang lain sehingga dia bisa merender data gitu, sesuai dengan parameter yang di supply.
RW: Aku lumayan jelas, kebayang Sharepoint itu kaya gimana. Ini seperti nya mau bikin satu layer di platform ASP .NET lagi biar abstraksinya makin abstract yah, makin ga deket sama HTML sama HTP, semua component sama component lain, kita bisa sekedar dari satu kabel di colok ke kabel lain dan tiba tiba component ini dua duanya bisa saling ngomong, gitu yah?
MCA: Iyah, karena sebenernya di Sharepoint banyak bener build in web part yang kita bisa pakai ajah. Ada kali 60 lebih web part build in yang kita bisa langsung pakai, kaya calendar segala macem itu ada. Kalau kita mau customized pun kalau kita ngerti , camel queiry, camel language, kita bisa langsung customized disitu pake declarative language, ga pakai coding. Cuman gw ga begitu seneng, gw lebih seneng coding di C sharp nya ajah.
RW: Oke, skarang kita ngomongin, sebelon kedengaran menjual Sharepoint yah. Kita pengen ngomongin soal gimana realita nya memakai Sharepoint? Ada pain point nya ga?
MCA: Yah, kalau bicara masalah w3 compliant yang ga bisa 100 percent yah. Apa lagi kan setting coolnya dulunya kan Sharepoint ini kan sebenernya di posisikan untuk intra net gitu. Compliant w3 kan sudah banyak untuk public website gitu. Baru akhir akhir ini ajah setelah Sharepoint sebagai content management nge trend, nah orang mulai concern dengan w3c standard itu. Itu saya liat ada di Sharepoint team blocks dimana dia membahas masalah governance dimana Sharepoint ini comply sama w3c guidance, apa ajah yang harus di ikutin terutama kalau kita bikin internet facing website base on Sharepoint.
RW: Jadi memungkinan, tetep yah.
MCA: Memungkinkan gitu walaupun harus dibilang tidak semudah kalau kita pake ASP .NET yah
RW: Terus ada pain point apa lagi ga yang biasanya menjadi masalah banget kalau berhadapan dengan Sharepoint project?
MCA: Oke, masalah utama yang paling sering gw liat disini. Karena Sharepoint ini kan masih baru yah, jadi banyak developer tuh instant itu, jadi dia developer ASP .NET langsung dia coding ajah, nemplung ajah di Sharepoint gitu. Ini sebenernya mereka kurang ngerti, kurang menguasai feature feature Sharepoint secara out of the box gitu. Padahal sebenernya ga perlu coding, tapi kalau ga tau, dia coding gitu berdarah darah terus nanti bilang wah Sharepoint ini susah. Jadi saya liat banyak disitunya. Dari diskusi diskusi di kelas, project juga. Saya juga kaget banyak basic basic yang sebenernya sudah ada, build in, library nya ada, web part nya ada, tapi mereka coding gitu. Yang tidak memberi nilai tambahan apa pun. Nah itu dari sisi knowledge, dari sisi lain, gw liat di bagian back end nya karena Sharepoint ini kan hosting, tidak didalam Visual Studio. Jadi kebayang sendiri dong, susahnya gimana.
RW: waah, attach to process to IS langsung?
MCA: Iyah, tapi abis itu crash. Sebenernya best practise nya kalau Sharepoint kita lebih suka pakai logging dari pada debugging. terserah mau pake syste, diagnostic. Jadi lebih enak pake logging dari pada debugging gitu
RW: Interesting, ada yang mau di bahas lagi ga sebelon kita mengakhiri acara ini kayanya aku sudah lumayan blajar banyak tentang Sharepoint dan mempunyai bayangan yang lebih jelas untuk Sharepoint.
MCA: Oke, saya mungkin perlu tambah lagi yah, tadi kan kita sudah ngomongin masalah web part, ngomongin content management, mungkin saya pengen nambah masalah ini. Jadi Sharepoint itu, feature feature yang di Sharepoint pertama bisa untuk content management, kedua untuk document management, biar kita bisa taro retaintion, auditing, segala macem. Ketiga dia bisa untuk BI portal, kaya business intelligence, terus yang lain dia juga punya service service seperti misalnya Excel services. Jadi misalnya kita bisa host Excel document, terus Excel document nya bisa langsung di render di web browser termasuk formula formula nya keliatan semua. Itu lagi hot disini, jadi mereka upload excel document, nge render, charting nya langsung keliatan segala macem gitu. Terus yang belon banyak di discuss juga, salah satu feature Sharepoint itu bisa search, enterprise search, jadi kita bisa pointing ke data source, segala macem terus di index. Jadi Sharepoint bisa jadi portal nya di dalam intra net.
RW: Dan ini nge index semua document yang disimpen di dalam Sharepoint yah?
MCA: Iyah.
RW: Wah, powerful juga yah.
MCA: Bahkan bisa index file server kalau lo mau. Kita bisa buat content server point ke legacy point server gitu. Jadi biar file file nya bisa di seach, termasuk juga index website gitu. Jadi www.net Indonesia.net masukin content nya ke Sharepoint.
RW: oh yah?
MCA: Public website itu kita bisa bikin content seach nya di index gitu. Cuman gw ga terlalu tau dalam, cuman tau setting setting basic nya, cuman konsen di BI dan workflow. Oke, mungkin saya pikir untuk perkenalan oke yah.
RW: Betul betul. Aku pengen blajar ajah dari para programmer programmer jago diluar sana kan.
MCA: Waduh, itu mesti bayar itu.
RW: Kalau tertarik buat tranning lebih lanjut, bisa hubungi Choirul langsung yah. Jadi mungkin kita bakal ngobrol ngobrol lagi mungkin tentang Sharepoint, Sequel server, performance, reporting dan sebagainya di episode episode mendatang terutama karena banyak juga teman teman enterprise programmer dan tertarik yang berguna buat kerjaan bukan cuman semua yang hottest, coolest dan sebagainya. Thank you banget yah Choirul. Mau promosi url blog nya mungkin
MCA: Udah jarang di update, tapi silahkan datang ke choirulamri.org
RW: Terima kasih Choirul.
This page is wiki editable click here to edit this page.






